186 / 691SVT

Subjective Value Theory

Teori subjektif nilai ekonomi

Subjective Value Theory menjelaskan nilai melalui arti penting barang bagi tujuan seseorang. Teori ini memisahkan penilaian itu dari sifat fisik, biaya produksi, dan harga pasar, dengan menanyakan peluang yang diperoleh atau hilang.

Subjective Value Theory memandang nilai ekonomi sebagai penilaian atas pentingnya barang yang tersedia bagi pemenuhan kebutuhan. Nilai bukan zat di dalam benda atau satu skala bersama bagi semua orang; penilaian bergantung pada orang, keadaan, dan alternatif yang tersedia.

Sebotol air dapat berbeda artinya bagi pejalan yang haus dan orang di dekat keran yang berfungsi. Komposisi kimianya sama, tetapi kebutuhan dan penggantinya berubah. Nilai subjektif karena itu tidak dapat dibaca dari benda tanpa mempertimbangkan orang dan keadaannya. [Menger — Principles of Economics, III–V]

Benda unik belum tentu dihargai jika tidak ada yang melihat kegunaannya bagi tujuan mereka. Kegunaan besar suatu kategori juga tidak otomatis memberi nilai tinggi pada satu unit yang tersedia. Menger menghubungkan kebutuhan, jumlah, dan penguasaan barang; menyebut sesuatu “langka” tidak menggantikan hubungan tersebut. [Menger — Principles of Economics, III–V]

Keputusan jarang membandingkan seluruh air dengan seluruh berlian. Yang dipilih adalah satu unit tertentu dan kepuasan yang dilepas saat menyerahkannya. Marginal Utility mengembangkan gagasan ini: pentingnya unit tambahan atau yang hilang bergantung pada persediaan dan penggunaannya, bukan hanya pentingnya seluruh kategori. [Menger — Principles of Economics, III–V] [Mises — Human Action, XI]

Pembeli dapat lebih memilih barang daripada uang yang dibayarkan, sementara penjual sebaliknya. Harga yang disepakati adalah rasio pertukaran bersama, bukan bukti penilaian batin yang sama. Keduanya dapat mengharapkan perbaikan, tetapi manfaat yang diharapkan tidak menjamin kepuasan setelah cacat ditemukan atau keadaan berubah. [Menger — Principles of Economics, III–V] [Mises — Human Action, XVI]

Catatan dalam uang memungkinkan penjumlahan biaya dan pendapatan moneter. Membayar dua kali lipat tidak membuktikan kepuasan dua kali lipat; harga sama pun tidak berarti manfaat sama bagi dua orang. Dalam penjelasan Mises, urutan subjektif dan kalkulasi moneter harus dibedakan. [Mises — Human Action, XI]

Produksi yang lama saja tidak membuat pelanggan menginginkan produk. Namun, biaya tetap penting: memengaruhi kemungkinan produksi, penawaran, dan keputusan melanjutkan. Penilaian input juga bergantung pada perkiraan penggunaan hasil; nilai subjektif tidak berarti harga dapat dijelaskan tanpa biaya dan batasan. [Menger — Principles of Economics, III–V] [Mises — Human Action, XVI]

Orang menilai berdasarkan pengetahuan dan harapan yang bisa salah. Sifat fisik, ketersediaan, dan anggaran membatasi tujuan yang dapat dicapai meski penilaian bersifat pribadi. Menjelaskan keinginan seseorang atas barang juga bukan persetujuan moral terhadap tujuannya atau pembenaran janji iklan. [Menger — Principles of Economics, III–V]

Orang dapat berbeda menilai kemudahan pemindahan, penyimpanan mandiri, atau peluang pertukaran masa depan. Alasan yang mungkin itu tidak menentukan harga BTC tertentu ataupun kenaikan pasti. Penjelasan pasar nyata memerlukan bukti penawaran, permintaan, dan batasan; teori nilai saja tidak memverifikasi motif individu atau ramalan investasi. [Mises — Human Action, XI] [Mises — Human Action, XVI]

Untuk gambaran yang lebih utuh, baca entri ini bersama Marginal Utility, Ordinal Utility, Carl Menger, Catallactics, Opportunity Cost. Entri ini juga dirujuk dari Monetary Premium, Methodological Individualism, Marginal Utility, Ordinal Utility.

DOC · 001Menger — Principles of Economics, III–VSumber primer ↗DOC · 002Mises — Human Action, XISumber primer ↗DOC · 003Mises — Human Action, XVISumber primer ↗
Utamakan sumber · Bukan nasihat investasi