Kami memakai pembedaan FSB tahun 2017: rehypothecation adalah penggunaan aset klien oleh perantara; collateral re-use juga mencakup jaminan pihak lawan lain. Ini definisi analitis, bukan hukum universal.
FSB membedakan aset klien dari sirkulasi jaminan yang lebih luas. Tidak semua transfer lanjutan menciptakan hubungan hukum sama. Pada layanan Bitcoin, kenali kustodi, pinjaman, jaminan, atau penggunaan kembali; nama produk tidak cukup. [FSB — Re-hypothecation and collateral re-use (2017)]
FSB membedakan security interest dan title transfer. Hak jaminan tidak otomatis memindahkan kepemilikan; perpindahan kepemilikan dapat mengubah klaim pengembalian. Dokumen dan hukum menentukan, bukan tampilan BTC di akun. [FSB — Re-hypothecation and collateral re-use (2017)]
Laporan FSB 2017 menggambarkan pengungkapan dan persetujuan sebagai pendekatan regulasi. Itu tidak membuktikan semua aturan lama masih berlaku. Periksa aset, tujuan, batas, dan pencabutan persetujuan; tanda tangan tidak menjamin keamanan atau pengembalian langsung. [FSB — Re-hypothecation and collateral re-use (2017)]
Contoh kami berdasarkan Federal Reserve: A memberikan B 1 BTC dengan hak penggunaan kembali yang disepakati; B menyerahkannya ke C. Dua hubungan kontrak tidak berarti 2 BTC di blockchain. Pisahkan koin yang ada dari klaim pengembaliannya. [Federal Reserve — The Ins and Outs of Collateral Re-use]
Federal Reserve menjelaskan sirkulasi lebih baik sekaligus keterhubungan lebih besar. B bisa didanai C, tetapi pengembalian ke A dapat bergantung pada penutupan transaksi lain. Penghasilan bukan hasil sekadar memegang BTC tanpa kewajiban tambahan. [Federal Reserve — The Ins and Outs of Collateral Re-use]
Basel CRE22 mewajibkan pemantauan penggunaan kembali dan kekurangan likuiditas. Izin tidak membuktikan pemakaian nyata; larangan juga perlu pemeriksaan kepatuhan. Cocokkan laporan dengan transfer, batasan, dan syarat pengembalian. [Basel Framework — CRE22 credit risk mitigation]
FSB menyoroti sulitnya akses saat perantara insolven; Basel membahas penegakan hak. Kegagalan C dapat merugikan B dan menunda A. Itu tidak otomatis berarti kehilangan tepat 1 BTC; hasil bergantung pada kontrak, aset lain, dan proses insolvensi. [FSB — Re-hypothecation and collateral re-use (2017)][Basel Framework — CRE22 credit risk mitigation]
Tinjau larangan Rehypothecation bersama kustodi, pengecualian, subkustodi, dan pelepasan jaminan. Klausul saja tidak menghapus risiko kustodian atau penipuan. FSB dan Basel memberikan kerangka, bukan janji perlindungan produk Bitcoin tertentu. [FSB — Re-hypothecation and collateral re-use (2017)][Basel Framework — CRE22 credit risk mitigation]
Untuk gambaran yang lebih utuh, baca entri ini bersama Collateral, Prime brokerage, Counterparty risk, Kustodi mandiri. Entri ini juga dirujuk dari Segregation, Prime brokerage, Collateral, Counterparty risk.